Bulan: Juli 2022

The World's 10 Most Powerful Women in 2021

10 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes

Sejumlah perempuan berakibat di dunia masuk dalam daftar The World’s 100 Most Powerful Women 2021 versi Forbes. Mereka merepresentasikan semangat yang bukan cuma sebab mempunyai uang atau kekuasaan. Para wanita hal yang demikian juga menjalankan sesuatu dengan kekayaan, bunyi atau platform publik mereka.

Daftar para wanita berakibat hal yang demikian tersebar di 30 negara dan kawasan. Mereka berprofesi di pelbagai bidang, seperti keuangan, teknologi, politik, filantropi, hiburan, dan lainnya. Mereka seluruh disatukan oleh rasa keharusan.

Berikut 10 urutan teratas dalam daftar wanita paling berakibat di dunia berdasarkan Forbes.

MacKenzie Scott (Philanthropist)

MacKenzie Scott ialah seorang gemar memberi, penulis, dan eks istri pendiri Amazon Jeff Bezos. Mereka bercerai pada pertengahan 2019 dan MacKenzie Scott mendapatkan 25 persen saham Amazon miliknya.

Sesudah mengumumkan syarat perceraian di Twitter, MacKenzie Scott menandatangani Giving Pledge, berkomitmen untuk memberikan setidaknya separo dari kekayaannya selama hidup. Pada tahun 2020, MacKenzie Scott mengumumkan hadiah lebih dari US$5,8 miliar bagi sekitar 500 organisasi nirlaba dan pada Juni 2021 ia menyuarakan memberikan US$2,74 miliar lagi untuk 286 grup.

Kamala Harris (Wakil Presiden AS)

Pada 20 Januari 2021, Harris menjadi wanita pertama, orang kulit hitam pertama, dan orang Asia Selatan-Amerika pertama yang menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Kamala Harris juga yaitu jebolan pertama dari Howard University yang membatasi jabatan sebagai wakil presiden.

Sebelumnya, pada 2016 Kamala Harris juga yaitu wanita India-Amerika pertama yang terpilih menjadi member Senat Amerika Serikat.

Christine Lagarde (President, European Central Bank)

Dari 2011 sampai pertengahan 2019, Lagarde melakukan Dana Moneter Internasional (IMF) yang berfungsi untuk menetapkan stabilitas cara moneter global. Lagarde juga menjadi wanita pertama yang membatasi posisi hal yang demikian.

Kemudian, pada 1 November 2019, Lagarde menjadi wanita pertama yang mengepalai Bank Sentral Eropa.

Mary Barra (CEO, General Motors)

Barra ialah wanita pertama yang memimpin salah satu dari tiga pembuat kendaraan beroda empat besar di AS merupakan CEO GM semenjak 2014. Pada musim semi 2020, Barra menggeser lini produksi GM untuk menolong Ventec Life Systems membikin ventilator yang betul-betul diperlukan.

GM secara tetap mendapatkan poin tinggi dalam laporan kesetaraan gender.

Melinda French Gates (Cochair, Bill & Melinda Gates Foundation)

Pada permulaan Mei 2021, Bill dan Melinda Gates mengumumkan bahwa mereka akan bercerai melainkan akan konsisten menjadi ketua bersama yayasan hal yang demikian. Melinda juga menjadi miliarder sesudah Bill Gates mentransfer sahamnya senilai US$2,4 miliar pada permulaan Mei 2021.

Melinda sekarang mengabdikan beberapa besar pekerjaannya untuk hak-hak perempuan dan buah hati perempuan. Dalam agenda ke depannya, Melinda mempunyai misi menutup kesenjangan pendanaan bagi para perempuan, via perusahaan investasi dan inkubasinya, Pivotal Ventures.

Abigail Johnson (Chairman & CEO, Fidelity Investments)

Semenjak 2014, Abigail Johnson sudah menjabat sebagai CEO Fidelity Investments saat ia menggantikan ayahnya, dan menjadi ketua semenjak 2016. Johnson sudah mengaplikasikan cryptocurrency dan, pada 2018, Fidelity meluncurkan platform yang memungkinkan pemberi modal institusional memperdagangkan bitcoin dan ether.

Ana Patricia Botín (Executive Chairman, Santander)

Sesudah kematian ayahnya, Botín menjadi ketua perusahaan pada tahun 2014. Dalam menghadapi gejolak politik, dirinya memperjuangkan fintech dan konsentrasi pada wirausahawan, mensupport usaha kecil dan bisnis milik perempuan.

Ia meluncurkan Santander X untuk mensupport kewirausahaan di universitas dan menolong menjadikan platform berbasis blockchain multi-sektor.

Ursula von der Leyen

Pada Juli 2019 Ursula von der Leyen diangkat sebagai presiden Komisi Eropa, cabang eksekutif Uni Eropa. Dirinya menjadi wanita pertama yang menjabat dalam peran hal yang demikian dan bertanggung jawab atas undang-undang yang memberi pengaruh lebih dari 700 juta orang Eropa.

Tsai Ing-Wen

Tsai menjadi pemimpin wanita pertama Taiwan sekalian presiden pertama yang belum menikah saat terpilih pada tahun 2016. Kepemimpinan Tsai via penanganan Covid dilihat sebagai figur global. Pada tahun 2020, Taiwan melembagakan program pelacakan dan penyelidikan yang ketat untuk mencegah penularan massal.

Julie Sweet (Chair & CEO, Accenture)

Julie Sweet menjadi CEO perusahaan layanan global Accenture pada September 2019. Sebelum menjadi CEO, Sweet menjabat sebagai penasihat lazim Accenture dan kepala Amerika Utara–pasar terbesar perusahaan. Kecuali itu, Sweet juga melayani di Business Roundtable, Dewan Bisnis Internasional Forum Ekonomi Dunia dan dewan direksi Catalyst.

Wanita Berpengaruh Dalam Sejarah Indonesia

5 Wanita Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Indonesia

Apabila Anda seorang yang menyenangi sejarah, karenanya 5 wanita ini seharusnya Anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah Indonesia. Kelima wanita hebat berikut ini sudah mencatatkan namanya menjadi wanita berdampak dalam sejarah Indonesia.

  • Tri Rismaharini
    Inilah sosok wanita pembawa perubahan bagi pemerintahan Surabaya, tempatnya mengabdi sebagai wali kota. Tri Rismaharini diketahui benar-benar tegas pada tiap-tiap pebuatan dan perkataannya.
    Tri Rismaharini adalah wanita pertama dalam sejarah Indonesia yang dipilih secara seketika mejadi wali kota melewati pemilihan kepala tempat sepanjang sejarah demokrasi pada era reformasi. Prestasi lain yang tak keok mencengangkan ialah, Tri Rismaharini sudah berulang kali mencatatkan namanya dalam daftar pemimpin terbaik dunia.
  • Maria Walanda Maramis
    Wanita kelahiran Sulawesi Utara pada 1 Desember 1872 ini diketahui sebagai wanita yang membawa perubahan dan pendobrak kultur dengan mengusahakan berkembanganya situasi wanita Indonesia di abad ke 21. Dia juga adalah sosok pejuang wanita yang mengedepankan kemajuan dan emansipasi wanita pada dunia politik dan pengajaran.
    Untuk mengenang jasanya hal yang demikian, tiap-tiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari Ibu Maria Walanda Maramis dan juga dibuatkan patung Walanda Maramis yang terdapat di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Weang, di sentra Kota Manado.
  • Fatmawati
    Siapa yang tak mengetahui perempuan hebat yang satu ini? Menemani presiden pertama RI, Ir. Sorekarno, dan juga adalah pejuang wanita yang menjahit Sang Saka Merah Putih dan dikibarkan pada dikala proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
    Pada masanya, Fatmawati juga aktif dan terjun dalam beragam aktivitas kemanusiaan dengan sistem menggalang dana untuk mendirikan rumah sakit. Sebab jasa-jasanya itulah, layak rasanya beliau memperoleh predikat salah satu wanita paling berdampak dalam sejarah Indonesia.
  • Susi Susanti
    Lahir dengan nama orisinil Lucia Francisca Susi Susanti, atlet bulutangkis ini adalah salah satu dari 5 wanita berdampak di Indonesia. Prestasinya di bidang olahraga sampai dikala ini masih saja dikenang dan menjadi salah satu tonggak sejarah kebangkitan Indonesia di ajang Olimpiade.
    Wanita kelahiran 11 Februari 1971 ini berdonasi emas pada cabang olah raga badminton. Sebab prestasinya hal yang demikian, Internasional Badminton Federation atau yang kini diketahui dengan Badminton World Federation memberikan penghargaan Hall Of Fame pada tahun 2004 lalu.
  • Dian Pelangi
    Mempunyai nama orisinil Dian Wahyu Utami, wanita ini membawa perubahan bagi dunia fesyen muslim tanah air. Dengan darah dan gairah mudanya di dunia fesyen, serta dtunjang dengan kesanggupan yang mumpuni, seharusnya rasanya wanita satu ini ditempatkan dalam jajaran wanita berdampak di Indonesia.
    Dengan hadirnya karya-karya desain busana muslim wanita yang menawan dan modis, banyak wanita Indonesia yang menentukan berjilbab dan mantap menutup aurat. Dian Pelangi juga mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia dengan meniru beragam pagelaran fashion show busana muslim di luar negeri.

Itulah tadi, 5 Wanita yang benar-benar berdampak dalam sejarah Indonesia yang patut Anda tahu. Semoga prestasi mereka dapat membikin kita lebih gigih. Mereka juga menjadi bukti bahwa wanita tak cuma dapat berdiam di rumah, namun juga dapat mengepakkan sayap tanpa wajib melupakan kodratnya. (AH)

Srimulyani

Perjuangan Kesetaraan Gender di Indonesia

Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan RI

Bagi kaum perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini yaitu sosok yang merepresentasikan eksistensi mereka. Wanita yang merintis pengorbanan untuk hak-hak perempuan dan pengajaran wanita pada akhir 1800-an itu sudah menjadi sosok pahlawan yang cita-cita dan pemikirannya dikenang sampai hari ini. Sejauh mana kemajuan kesetaraan gender sudah ditempuh kini?

Banyak kemajuan pada pencapaian sosial, ekonomi, kebiasaan, dan politik bagi kaum perempuan di semua dunia. Organisasi masyarakat sipil, institusi internasional, perusahaan swasta, pemerintah, dan individu di semua dunia kian menyadari akan nasib perempuan. Tetapi kesenjangan gender konsisten masih terjadi. Laporan Global Gender Gap 2017 di World Economic Forum menyimpulkan bahwa kesetaraan gender masih mesti diraih lebih dari 200 tahun lagi. Inilah alasan kenapa kita perlu terus memperjuangkannya.

Laporan terupdate UN Women mengucapkan bahwa kita perlu bertindak lebih banyak untuk memberdayakan kaum perempuan yang ketinggalan. Di dunia, wanita lebih mungkin hidup dalam kemiskinan ketimbang pria. Kesenjangan gender dalam kemiskinan-mereka yang pendapatannya kurang dari US$ 1,90 per hari-menempuh 22 persen selama masa produktif wanita. Tetapi ini disebabkan mereka kesusahan menyeimbangkan antara profesi di luar dan profesi rumah.

Lebih dari 50 persen perempuan dan si kecil perempuan perkotaan di negara-negara berkembang hidup dalam situasi tak mempunyai jalan masuk air bersih, fasilitas sanitasi yang bagus, serta perumahan dan lingkungan yang memadai. Pada hampir tiap-tiap ukuran pembangunan, perempuan pedesaan bernasib lebih buruk ketimbang laki-laki pedesaan atau perempuan perkotaan. Mereka secara tak proporsional terkena imbas kemiskinan dan tak mempunyai jalan masuk yang seimbang atas tanah dan sumber tenaga alam, infrastruktur dan layanan, serta kesenjangan jalan masuk kepada profesi yang cocok dan perlindungan sosial.

Indonesia mempunyai kans untuk menyelesaikan dilema hal yang demikian dengan cara kerja program Dana Desa. Ini tak cuma untuk pembangunan infrastruktur dasar, seperti air bersih dan sanitasi, namun juga bantuan modal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, khususnya perempuan.

Kesetaraan gender yakni komponen integral dari Rencana Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tetapi ini sungguh-sungguh penting sebab setengah penduduk dunia yaitu perempuan dan mereka mempunyai hak untuk sama-sama terwakili. Umum hal ini juga memperlihatkan bahwa separo dari potensi dunia belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menempuh kemakmuran dan kesejahteraan. Partisipasi kekuatan kerja perempuan masih rendah di beberapa besar negara, termasuk Indonesia.

Keterlibatan Wanita Pada Pemilihan Umum

Sebagai warga Indonesia, aku cukup bersuka ria memandang bahwa pada Pemilihan Tetapi 2014 terdapat persyaratan 30 persen perwakilan perempuan dalam daftar calon member parlemen. Umum jumlah perempuan yang benar-benar meraih tempat duduk parlemen cuma 17,1 persen pada pemilihan yang lalu. Kurangnya keterwakilan perempuan itu bisa menjadikan produk-produk kebijakan yang tak sensitif gender. Ini berarti bahwa beberapa besar kebijakan masih netral secara gender dan dalam kenyataannya mempertahankan ketidaksetaraan gender.

Indonesia yaitu bangsa yang mayoritas penduduknya berbudaya patriarkal. Struktur ini menempatkan laki-laki di puncak tangga kelompok sosial dan mendapat lebih banyak hak dan manfaat dari perempuan. Struktur hal yang demikian menghasilkan muatan tambahan dan hambatan bagi perempuan untuk merasakan kans yang sama untuk maju. Indonesia perlu terus mengadopsi kebijakan yang sensitif kepada gender, dari fase masa kanak-kanak, sekolah, sampai di daerah kerja.

Indonesia punya potensi besar bagi kaum perempuan untuk memainkan peran penting di segala sektor. Untuk mendapatkan manfaat dari potensi ini, Indonesia perlu terus menyokong kesetaraan gender dan menghilangkan hambatan bagi kaum perempuan untuk berperan di masyarakat.

Di Kementerian Keuangan, kami terus memperkuat penganggaran berbasis gender. Banyak program pemerintah, seperti program kesehatan, pengajaran, perlindungan sosial, dan infrastruktur, yang secara lantas dan tak lantas memberi profit bagi si kecil perempuan dan kaum perempuan. Sekitar 20 persen dari anggaran tahun ini sudah dialokasikan untuk pengajaran dan 5 persen lainnya untuk kesehatan.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kebijakan untuk memajukan kesetaraan gender. Kami akan terus mempromosikan kebijakan yang bisa meningkatkan kans yang seimbang bagi si kecil perempuan dan kaum perempuan. Pada ketika yang sama, masyarakat perlu menyokong dan mengadvokasi kesetaraan gender. Kita segala, pria dan wanita, mesti saling memberdayakan dalam menghasilkan kesempatan yang sama.

Kita berutang hal ini terhadap Raden Ajeng Kartini.